An Dre
Senin, 28 November 2011
Simoncelli Tewas Disaksikan Anggota Keluarga
Pembalap Marco Simoncelli tewas setelah mengalami kecelakaan di MotoGP Malaysia, Minggu, 23 Oktober 2011. Pria asal Italia itu terjatuh di lap kedua tikungan 11 Sirkuit Sepang.
Tubuhnya kemudian terlindas di antara motor Colin Edwards dan Valentino Rossi yang berada di belakangnya. Hebatnya benturan hingga membuat Helm Simoncelli terlepas. Dari hasil pemeriksaan, pembalap kelahiran 20 Januari 1987 itu mengalami trauma yang sangat serius di kepala, leher, dan dada.
Tragisnya lagi, insiden ini disaksikan kedua orang tua Simoncelli dan pacarnya, Kate. Dilansir dari Zimbio, mereka saling menangis dan berpelukan. Paolo, ayah Simoncelli, sampai harus ditenangkan oleh beberapa anggota tim.
Beberapa anggota crew tim San Carlo Gresini Honda juga nampak tak bisa menahan tangis saat Simoncelli dinyatakan tewas. Ironisnya lagi, Rossi sebagai salah satu pembalap yang terlibat kecelakaan, adalah teman dekat Simoncelli.
"Marco kehilangan helmnya dalam kecelakaan itu. Petugas berwenang mengatakan ketika tim medis tiba untuk menyelamatkannya, jantungnya sudah berhenti," kata pembawa acara MotoGP Matt Roberts melalui BBC Sports.
"Kedua pembalap lain yang terlibat kecelakaan (Edwards dan Rossi) memastikan dia kehilangan helmnya. Hal yang paling menyedihkan adalah Valentino dan Marco adalah sobat dekat."
Sabtu, 26 November 2011
Lingkungan Sekolah
SMA Negeri 1 BERAU terletak di Kabupaten Berau Propinsi Kalimantan Timur. Luas wilayah Berau, kurang-lebih 49.757 Ha yang terdiri dari daratan seluas kurang-lebih 14.780 Ha (29,70 persen) dan lautan seluas 34.977 (70.30 persen). Luas daratan meliputi, Kawasan Hutan Lindung seluas 5.950 Ha (11,96 persen), ............ 2.010 Ha (4.04 persen), ................. 1,572 Ha (3,15 persen), sedangkan untuk kawasan pemukiman penduduk seluas 5.248 Ha (10,56 persen). Berau berbatasan dengan Kabupaten Bulungan (Utara), Selat Makassar (Timur), Kabupaten Kutai Timur (Selatan) dan Kabupaten Bulungan (Barat). Terletak antara 117'21'-117'29' (BujurTimur) dan 0'01'-0'11' (Lintang Utara).
Daerah ini berada di Utara Kalimantan timur, di daerah aliran Sungai Segah dan Kelay yang keduanya berhulu satu. Berau merupakan daerah rawa pasang-surut, memiliki sifat keadaan tanahnya sering digenangi air yang lama-kelamaan menjadi asam. Tanahnya bersifat organik. Kadang pula pada kondisi tertentu, karena air laut pasang bersamaan curah hujan yang tinggi, menyebabkan genangan air pada wilayah tertentu sehingga hal tersebut lama-kelamaan membentuk rawa. Dengan demikian, karena terletak di dataran rendah . Keperluan air bersih sebagian besar masyarakat Berau sangat tergantung pada airtawar yang diambil di sungai Segah dan Kelay serta air bawah tanah.
Wilayah Berau dilalui oleh garis katulistiwa dengan iklim tropika basah, yakni wilayah tropis beriklim panas namun memiliki curah hujan cukup tinggi, 2000-3000 mm/tahun yang terjadi antara Oktober sampai April. Berau juga memiliki hutan lindung. Wilayah pesisir yang dimiliki berupa pantai yang bersih, landai, berpasir putih dan belum adanya pencemaran ini merupakan daya tarik tersendiri sehingga merupakan obyek wisata yang sangat potensial karena semakin banyaknya masyarakat setempat, wisatawan luar daerah, maupun manca negara berkunjung ke lokasi tersebut. Selain itu pantai ini memiliki terumbu karang, beragam species ikan seperti udang raksasa (lobster), sisik sejenis penyu, teripang bahkan ikan duyung. Sebagai pengolah hasil tambang yaitu gas alam cair serta pupuk merupakan salah satu penghasil devisa terbesar di Indonesia. Dengan kekayaan sumber daya laut berupa keanekaragaman hayati, maka secara langsung memberi manfaat ekonomi bagi mayarakatnya yaitu sebagai sumber penyediaan bahan pangan, penyerapan tenaga kerja dan pariwisata.
Jumlah penduduk Kabupaten Berau adalah 102.853 jiwa yang tersebar dalam tiga kecamatan yaitu Berau Selatan, Berau Utara dan Berau Barat. Kecamatan dengan jumlah penduduk terpadat adalah kecamatan 56769 dengan kepadatan 421,76 jiwa/Km2.
Sumber Peta: Pemda
Kualitas manusia adalah aset termahal. Kabupaten Berau yang giat menata diri pun menempatkan Sumber Daya Manusia (SDM) sebagai pilar pembangunan terpenting. Komitmen untuk meningkatkan kualitas SDM. Tekad untuk mewujudkan tujuan itu dibuktikan dengan memberikan layanan dan fasilitas pendidikan pada semua lapisan masyarakat.
Untuk itulah Pemerintah Kabupaten Berau memberikan subsdi bagi siswa SD, SLTP dan SMA dari keluarga yang kurang mampu serta memberikan beasiswa Perguruan Tinggi. Kesejahteraan para guru pun ditingkatkan dengan pemberian insentif yang besarnya mencapai Rp. 6,65 milyar (2008). Untuk meningkatkan kompetensi SDM di dunia kerja, Pemerintah Kabupaten bekerja sama dengan VEDC Malang, yang lulusannya diharapkan dapat terserap pada perusahaan-perusahaan setempat.
Daerah ini berada di Utara Kalimantan timur, di daerah aliran Sungai Segah dan Kelay yang keduanya berhulu satu. Berau merupakan daerah rawa pasang-surut, memiliki sifat keadaan tanahnya sering digenangi air yang lama-kelamaan menjadi asam. Tanahnya bersifat organik. Kadang pula pada kondisi tertentu, karena air laut pasang bersamaan curah hujan yang tinggi, menyebabkan genangan air pada wilayah tertentu sehingga hal tersebut lama-kelamaan membentuk rawa. Dengan demikian, karena terletak di dataran rendah . Keperluan air bersih sebagian besar masyarakat Berau sangat tergantung pada airtawar yang diambil di sungai Segah dan Kelay serta air bawah tanah.
Wilayah Berau dilalui oleh garis katulistiwa dengan iklim tropika basah, yakni wilayah tropis beriklim panas namun memiliki curah hujan cukup tinggi, 2000-3000 mm/tahun yang terjadi antara Oktober sampai April. Berau juga memiliki hutan lindung. Wilayah pesisir yang dimiliki berupa pantai yang bersih, landai, berpasir putih dan belum adanya pencemaran ini merupakan daya tarik tersendiri sehingga merupakan obyek wisata yang sangat potensial karena semakin banyaknya masyarakat setempat, wisatawan luar daerah, maupun manca negara berkunjung ke lokasi tersebut. Selain itu pantai ini memiliki terumbu karang, beragam species ikan seperti udang raksasa (lobster), sisik sejenis penyu, teripang bahkan ikan duyung. Sebagai pengolah hasil tambang yaitu gas alam cair serta pupuk merupakan salah satu penghasil devisa terbesar di Indonesia. Dengan kekayaan sumber daya laut berupa keanekaragaman hayati, maka secara langsung memberi manfaat ekonomi bagi mayarakatnya yaitu sebagai sumber penyediaan bahan pangan, penyerapan tenaga kerja dan pariwisata.
Jumlah penduduk Kabupaten Berau adalah 102.853 jiwa yang tersebar dalam tiga kecamatan yaitu Berau Selatan, Berau Utara dan Berau Barat. Kecamatan dengan jumlah penduduk terpadat adalah kecamatan 56769 dengan kepadatan 421,76 jiwa/Km2.
Sumber Peta: Pemda
Kualitas manusia adalah aset termahal. Kabupaten Berau yang giat menata diri pun menempatkan Sumber Daya Manusia (SDM) sebagai pilar pembangunan terpenting. Komitmen untuk meningkatkan kualitas SDM. Tekad untuk mewujudkan tujuan itu dibuktikan dengan memberikan layanan dan fasilitas pendidikan pada semua lapisan masyarakat.
Untuk itulah Pemerintah Kabupaten Berau memberikan subsdi bagi siswa SD, SLTP dan SMA dari keluarga yang kurang mampu serta memberikan beasiswa Perguruan Tinggi. Kesejahteraan para guru pun ditingkatkan dengan pemberian insentif yang besarnya mencapai Rp. 6,65 milyar (2008). Untuk meningkatkan kompetensi SDM di dunia kerja, Pemerintah Kabupaten bekerja sama dengan VEDC Malang, yang lulusannya diharapkan dapat terserap pada perusahaan-perusahaan setempat.
Sejarah Singkat SMA Negeri 1 Berau
SMA NEGERI 1 BERAU dirintis dengan status sekolah swasta pada tahun 1974. Kepala Sekolah pertama adalah Hamzah Tjerana, BA. Ujian Akhir pun dilakukan di kota Madya Tarakan hingga dirubah menjadi SMA Persiapan Negeri pada tahun 1979.
SMA NEGERI 1 BERAU akhirnya diresmikan menjadi SMU Negeri 1 Tanjung Redeb pada tanggal 22 Januari 1982 oleh Bupati Berau Drs. Muhammad Armyns.
Kepala Sekolah pertama ketika SMAN 1 Berau berstatus Negeri adalah Bapak Abdul Kadir, BA beliau memimpin hingga tahun 1987. Kemudian dilanjutkan oleh Bapak Alif Bangsawan( 1987-1989), Sjahrudin Noerid, BA (1989-1995), Sudirman M (1995-1996), Adji Bachrul Hadie, BA (1996-2002), Sudirman M, S. Pd ( 2002-2006), dan Dra. Juanita Sari (2006-sekarang)
SMA NEGERI 1 TANJUNG REDEB, akhirnya mengalami perubahan nama pada tahun 2009 menjadi SMA NEGERI 1 BERAU.
Perkembangan SMA NEGERI 1 BERAU, Secara singkat sebagai berikut:
NO NAMA TAHUN STATUS
1 SMA 1 TANJUNG REDEB 1974 SWASTA
2 SMA 1 TANJUNG REDEB 1979 PERSIAPAN NEGERI
3 SMU NEGERI 1 TANJUNG REDEB 1982-2006 NEGERI/ SEKOLAH STANDAR
4 SMA NEGERI 1 TANJUNG REDEB 2006 NEGERI/SEKOLAH STANDAR
5 SMA NEGERI 1 BERAU 2008 NEGERI/ RINTISAN SEKOLAH KATEGORI MANDIRI (RSKM)
6 SMA NEGERI 1 BERAU 2009 NEGERI/ RINTISAN SEKOLAH BERSTANDAR INTERNASIONAL
SMA NEGERI 1 BERAU akhirnya diresmikan menjadi SMU Negeri 1 Tanjung Redeb pada tanggal 22 Januari 1982 oleh Bupati Berau Drs. Muhammad Armyns.
Kepala Sekolah pertama ketika SMAN 1 Berau berstatus Negeri adalah Bapak Abdul Kadir, BA beliau memimpin hingga tahun 1987. Kemudian dilanjutkan oleh Bapak Alif Bangsawan( 1987-1989), Sjahrudin Noerid, BA (1989-1995), Sudirman M (1995-1996), Adji Bachrul Hadie, BA (1996-2002), Sudirman M, S. Pd ( 2002-2006), dan Dra. Juanita Sari (2006-sekarang)
SMA NEGERI 1 TANJUNG REDEB, akhirnya mengalami perubahan nama pada tahun 2009 menjadi SMA NEGERI 1 BERAU.
Perkembangan SMA NEGERI 1 BERAU, Secara singkat sebagai berikut:
NO NAMA TAHUN STATUS
1 SMA 1 TANJUNG REDEB 1974 SWASTA
2 SMA 1 TANJUNG REDEB 1979 PERSIAPAN NEGERI
3 SMU NEGERI 1 TANJUNG REDEB 1982-2006 NEGERI/ SEKOLAH STANDAR
4 SMA NEGERI 1 TANJUNG REDEB 2006 NEGERI/SEKOLAH STANDAR
5 SMA NEGERI 1 BERAU 2008 NEGERI/ RINTISAN SEKOLAH KATEGORI MANDIRI (RSKM)
6 SMA NEGERI 1 BERAU 2009 NEGERI/ RINTISAN SEKOLAH BERSTANDAR INTERNASIONAL
Langganan:
Postingan (Atom)
